Realitarakyat.com – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mendesak Polri untuk bertindak tegas dalam menangani kasus pengeroyokan yang menewaskan Muhammad Fadhly Arjasubrata, siswa SMA Negeri 5 Bandung.
Meski para pelaku masih di bawah umur, Sahroni menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan maksimal mengingat beratnya unsur pidana yang dilakukan.
Sahroni menyoroti fenomena meningkatnya tindak pidana brutal yang melibatkan anak-anak. Menurutnya, status pelaku sebagai anak di bawah umur tidak boleh menjadi alasan untuk memberikan kelonggaran hukum dalam kasus yang menyebabkan hilangnya nyawa.
“Walaupun para pelaku masih di bawah umur, ini bukan perkara yang bisa didiversi atau dianggap ringan. Unsur pidananya sangat berat karena sampai menyebabkan korban meninggal dunia,” ujar Sahroni dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (23/4).
Politisi Partai NasDem ini memperingatkan bahwa penyelesaian kasus yang terlalu longgar justru akan memberikan dampak buruk bagi generasi muda. Ia khawatir anak-anak akan merasa bisa bertindak semena-mena tanpa memahami konsekuensi hukum yang nyata.
Terkait insiden pengeroyokan yang terjadi di Bandung pada Selasa (21/4) tersebut, Polresta Bandung telah menangkap enam orang pelajar yang ditetapkan sebagai tersangka. Kapolresta Bandung, AKBP Anton, menyatakan bahwa penanganan kasus dilakukan dengan prosedur pendampingan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum.
“Saya minta kepolisian tetap bertindak tegas dan memastikan para pelaku diproses dengan pidana maksimal sesuai ketentuan yang ada. Jangan sampai ada kesan bahwa status anak membuat perbuatan seberat ini dinormalisasi,” tambah Sahroni.
Selain dari sisi penegakan hukum, Sahroni juga memberikan peringatan keras kepada para orang tua untuk meningkatkan pengawasan dan pendidikan terhadap anak di lingkungan keluarga. Menurutnya, kelalaian pengawasan orang tua turut berkontribusi pada terciptanya perilaku kriminal di kalangan pelajar.
Kasus ini sebelumnya sempat viral setelah rekaman video amatir yang menampilkan aksi bentrok di kawasan Cihampelas beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, korban terlihat terbaring di pinggir jalan setelah dikeroyok oleh kelompok pelaku.[prs]







