Realitarakyat.com — Korban meninggal akibat wabah Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo kini hampir mencapai 500 jiwa.
Otoritas kesehatan masyarakat setempat melaporkan total 1.528 kasus terkonfirmasi, dengan 492 di antaranya dinyatakan meninggal dunia seiring dengan terus meluasnya infeksi di negara tersebut.
Berdasarkan laporan situasi terkini yang dirilis Sabtu (4/7/2026), sebanyak 239 pasien dinyatakan telah sembuh. Sementara itu, 628 pasien terkonfirmasi saat ini masih menjalani isolasi atau perawatan di rumah sakit, dan 185 kasus lainnya berstatus suspek.
Laporan tersebut menyoroti lonjakan signifikan kasus mingguan yang mencapai level tertinggi pada pekan epidemiologi ke-25 dan ke-26, di mana masing-masing pekan mencatat lebih dari 300 kasus baru.
Tren ini mengindikasikan bahwa penularan di tingkat komunitas masih terus berlanjut secara aktif.
Dalam penanganannya, otoritas kesehatan menghadapi sejumlah tantangan besar di lapangan.
Beberapa di antaranya meliputi penolakan masyarakat terhadap pengambilan sampel pascakematian (postmortem), pelacakan kontak yang belum optimal, keterlambatan diagnosis laboratorium, hingga minimnya pasokan medis.
Kondisi ini diperparah oleh terbatasnya kapasitas pusat perawatan Ebola, khususnya di Provinsi Kivu Utara, serta masalah keamanan dan akses di beberapa wilayah terdampak.
Merespons situasi ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan telah memulai uji klinis untuk merekrut pasien di RD Kongo.
Langkah ini dilakukan guna mengevaluasi pengobatan potensial bagi Ebola yang disebabkan oleh virus spesies Bundibugyo, yang hingga saat ini belum memiliki vaksin yang disetujui atau metode pengobatan spesifik. (*)







