Pemerintah Singapura Tingkatkan Kewaspadaan Kabut Asap Karhutla RI

Pemerintah Singapura Tingkatkan Kewaspadaan Kabut Asap Karhutla RI
Kualitas udara Singapura menurun akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. //net

Realitarakyat.com — Pemerintah Singapura meningkatkan kewaspadaan menyusul lonjakan titik panas dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA), Indeks Standar Polutan (PSI) 24 jam di wilayah tersebut mencapai angka 91 pada Senin (24/8) siang.

Berdasarkan laporan The Straits Times, tingkat PSI 24 jam pada pukul 14.00 waktu setempat tercatat berkisar antara 68 hingga 91.

Sementara itu, konsentrasi partikel mikro PM2,5 dalam satu jam terakhir berada di kisaran 33 hingga 65 mikrogram per meter kubik. Dalam standar NEA, angka PSI 51 hingga 100 dikategorikan sebagai kualitas udara sedang.

Peningkatan kabut asap ini dipicu oleh maraknya titik panas yang terdeteksi di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Kalimantan serta Sumatra Selatan dan Riau, selama akhir pekan lalu.

NEA memperkirakan kondisi cuaca kering yang disertai angin bertiup dari arah selatan atau tenggara akan mendominasi sepanjang pekan ini, sehingga berpotensi membawa kabut asap tipis secara berkala ke Singapura.

Sebagai langkah antisipasi, otoritas Singapura mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan kualitas udara melalui aplikasi myENV serta situs resmi NEA, dan menyesuaikan rencana aktivitas luar ruangan sesuai panduan kesehatan PM2,5. (*)