DPR  

Dave: Lawatan Prabowo ke Inggris-Swiss Perkuat Posisi RI

Dave: Lawatan Prabowo ke Inggris-Swiss Perkuat Posisi RI
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono. //net

Realitarakyat.com – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris dan Swiss bukan sekadar agenda diplomasi rutin, melainkan langkah strategis untuk menegaskan posisi Indonesia di panggung internasional.

Menurut Dave, kehadiran Presiden Prabowo di dua pusat diplomasi dan ekonomi dunia tersebut membuka peluang konkret bagi penguatan kerja sama perdagangan, investasi, dan teknologi yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh sektor industri nasional.

“Kehadiran tersebut juga memperkuat kepercayaan global terhadap stabilitas politik dan ekonomi Indonesia, sehingga reputasi kita sebagai mitra kredibel semakin kokoh dan membuka jalan bagi arus investasi jangka panjang,” kata Dave saat dihubungi di Jakarta, Selasa (20/1).

Selama berada di Inggris, Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Raja Charles III serta melakukan dialog dengan Perdana Menteri Keir Starmer.

Pertemuan tersebut akan membahas sejumlah agenda strategis, antara lain kerja sama pertahanan, perdagangan, dan pendidikan tinggi.

Dave berharap rangkaian pertemuan di Inggris mampu memperluas akses pasar bagi produk Indonesia, memperkuat kolaborasi teknologi pertahanan, serta membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan dan riset.

“Hubungan yang terbangun akan memperkokoh posisi Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Eropa,” katanya.

Sementara itu, di Swiss, Presiden Prabowo akan tampil sebagai pembicara kunci dalam World Economic Forum (WEF) Davos pada 22 Januari 2026. Forum internasional tersebut dihadiri oleh 61 kepala negara dan pemerintahan serta lebih dari 1.000 peserta dari berbagai negara.

Dave menilai kehadiran Presiden Prabowo di Davos menjadi penegasan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam percaturan global, khususnya dalam isu perdamaian, stabilitas kawasan, dan kerja sama ekonomi internasional.

Menurutnya, forum tersebut juga menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring dengan para pemimpin dunia dan CEO perusahaan global guna membuka peluang investasi di sektor energi, infrastruktur, dan teknologi.

Selain itu, partisipasi Indonesia di Davos dinilai dapat memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang stabil dan memiliki prospek ekonomi menjanjikan.

Ia menegaskan, kunjungan kerja Presiden ke Inggris dan Swiss mencerminkan pendekatan diplomasi yang tegas sekaligus bersahabat.

Dalam konteks tersebut, Dave menilai Indonesia ingin menunjukkan kesiapan sebagai mitra setara yang mampu berkontribusi bagi stabilitas global, tanpa mengabaikan kepentingan nasional.

“Agenda Presiden Prabowo Subianto ke Inggris dan Swiss bukan hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga menghadirkan implikasi nyata bagi kesejahteraan rakyat melalui peningkatan investasi, perdagangan, serta reputasi Indonesia di mata dunia,” katanya.[prs]