MPR  

HNW Minta Pemerintah Tak Terburu-buru Batalkan Haji 2026

HNW Minta Pemerintah Tak Terburu-buru Batalkan Haji 2026
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid/Net

Realitarakyat.com – Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), mengingatkan Kementerian Haji dan Umrah agar tidak terburu-buru mengambil keputusan untuk membatalkan penyelenggaraan haji 1447 H/2026 menyusul ketegangan konflik di Timur Tengah.

HNW menekankan bahwa Arab Saudi selaku tuan rumah hingga saat ini masih melanjutkan persiapan, termasuk telah membuka registrasi bagi jemaah domestik sejak 4 Maret 2026. Langkah serupa juga diikuti oleh Pakistan sebagai salah satu pengirim jemaah terbesar.

Alih-alih membatalkan, Politisi PKS ini justru mendorong Pemerintah Indonesia untuk melakukan diplomasi aktif kepada Amerika Serikat, Iran, dan negara anggota OKI. Tujuannya adalah meminta semua pihak menghormati kesucian ibadah haji dan menjamin keselamatan jemaah dunia.

“Indonesia sebagai pengirim jemaah haji terbanyak (221 ribu orang) sangat berkepentingan terhadap kelancaran ini. Pemerintah bisa menjadikan haji sebagai sarana diplomasi untuk menghentikan perang dan menghadirkan perdamaian permanen,” ujar HNW di Jakarta, Kamis (12/3).

Meski optimis, HNW tetap memahami pentingnya opsi kedaruratan jika eskalasi perang meluas.

Ia mengusulkan kajian skema mempersingkat masa tinggal jemaah di Arab Saudi jika kondisi memburuk pasca-pelaksanaan ibadah inti, berkaca pada insiden serupa tahun lalu yang terjadi pada 17 Dzulhijjah 1446 H.

Terkait persiapan teknis di dalam negeri, HNW memberikan apresiasi atas progres positif yang telah dicapai:

-Visa: Penginputan mencapai 100%, dengan 198.410 visa (97,58%) telah terbit.

-Akomodasi: Pembayaran sudah tuntas 100%.

-Konsumsi: Pembayaran sudah melampaui 90%.

-Penerbangan: Pembayaran termin pertama mencapai 35%.

HNW meminta Kementerian Haji memastikan perbaikan layanan dari pihak syarikah agar kendala pada tahun 1446 H tidak terulang. Ia juga menekankan agar Kartu Nusuk sebagai identitas utama jemaah sudah dibagikan sejak di embarkasi Indonesia.

“Persiapan yang matang dan penyampaian informasi yang positif sangat penting untuk menentramkan calon jemaah haji, terutama bagi mereka yang sudah mengantre lebih dari 20 tahun,” pungkasnya.[prs]